Tampilkan postingan dengan label Hukum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hukum. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 November 2010

Tangtang Haji, Menghajikan Yang Sudah Meninggal


Pertanyaan:

Saya ingin bertanya mengenai apa dasarnya orang yang menghajikan orang lain (mis:orang tua) yang telah meninggal. Seorang uztadz pernah menjawab dasarnya adalah hadist Nabi yang kira-kira maksudnya kalau orang yang meninggal hutangnya wajib dilunasi ahli waris. Itu hutang kepada manusia, masa hutang sama Tuhan tidak dibayar...? (dalam hal ini almarhum/ah pernah menyatakan niat ingin berhaji) Apa betul itu yang menjadi dasar Pak?

Jumat, 01 Oktober 2010

Tanya Jawab Tentang I'tikaf Bagi Manusia

Pertanyaan:
Assalamualaikum wr. wb.
Pertanyaan saya:

   1. apa hukumnya itikaf bagi wanita
   2. bagaimanakah cara melaksanakannya dan kapan
   3. Apakan harus seharian berad dimasjid?
   4. Apabila sedang berhalangan di 10 hari terakhir ramadhan amalan apa yang dapat dilakukan agar kita tetap mendapat pahala ramadhan.


Wassalamu'alaikum wr. wb.

Dessy

Kamis, 30 September 2010

Hukum Menyuntikkan Formalin Pada Mayat Manusia

Deskripsi Masalah :
Layanan transportasi umum ketika diminta mengangkut jenazah antar daerah / antar negara, rencana autopsi yang tertunda karena menunggu izin ahli waris, pemulangan jenazah ke negara asal atau pertimbangan praktis yang lain, lazim dilakukan penyuntikan cairan formalin pada tubuh mayat bersangkutan.

Pertanyaan :
a. Adakah dasar hukum syari'at yang memperkenankan dilakukan penyuntikan mayat manusia terkait permintaan jasa angkutan umum ?  

Masuk Syurga Tanpa Hisab

Disalah satu kesempatan Rasulallah saw mengatakan : Telah ditampakan kepada ku keadaan ummat yang terdahulu, saya melihat ada Nabi yang disertai oleh pengikutnya, yang sedikit, dan ada Nabi yang hanya disertai oleh satu dan dua orang saja, bahkan ada Nabi yang tidak punya pengikut sama sekali, tiba-tiba ditampakan kepadaku rombongan yang besar, saya mengira bahwa itu adalah ummatku, lalu aku dikatakan padaku bahwa itu adalah ummat Nabi Musa as bersama kaum nya. Aku diperintahkan untuk melihat keufuk kanan dan kiriku, lalu aku melihatnya, tiba-tiba saya melihat dikedua ufuk itu rombongan yang sangat besar sekali.

Tata Cara Sholat Tasbih

Kita sering mendengar yang namanya sholat tasbih, sebagian besar umat Islam sering melakukannya, karena merupakan salah satu sholat sunnah yang mana bisa dilakukan pada malam hari. maupun pada siang hari. Imam Ghozali dalam kitabnya Ihya’ Ulumiddin mengatakan “Sholat tasbih ini adalah merupakan sholat yang pernah dilakukan oleh Rosululloh Saw, makanya kalau bisa alangkah baiknya bagi orang Islam untuk melakukannya minimal dalam seminggu sekali atau kalau tidak mampu mungkin dalam sebulan cukup sekali”.

Senin, 27 September 2010

Status Syahid Bagi Pelaku Bom Bunuh Diri

1)    Apa sajakah kriteria agar terpenuhi status mati syahid dengan prospek masuk surga menurut pandangan ulama ahli syari’at ?
Jawaban :

Kriteria Syahid, dengan prospek masuk surga mencakup 2 golongan:

Jihad Dalam Kehidupan Bernegara & Bermasyarkat


Dapatkah dibenarkan menurut ajaran Islam bila dilakukan jihad terhadap Pemerintah RI dengan tuduhan sebagai negara kafir karena tidak menjalankan syari’at Islam sebagai hukum positif  ?
Jawaban no. 1

Kamis, 16 September 2010

KEUTAMAAN PUASA SYAWAL

Abu Ayyub Al-Anshari radhiallahu 'anhu meriwayatkan, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

"Barangsiapa berpuasa penuh di bulan Ramadhan lalu menyambungnya dengan (puasa) enam hari di bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti ia berpuasa selama satu tahun . (HR. Muslim).

Imam Ahmad dan An-Nasa'i, meriwayatkan dari Tsauban, Nabi shallallahu 'alaihi wasalllam bersabda:

"Puasa Ramadhan (ganjarannya) sebanding dengan (puasa) sepuluh bulan, sedangkan puasa enam hari (di bulan Syawal, pahalanya) sebanding dengan (puasa) dua bulan, maka itulah bagaikan berpuasa selama setahun penuh." ( Hadits riwayat Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dalam "Shahih" mereka.)

Imam Syafi’i dalam Yurispundensi Islam

Fiqih merupakan cabang ilmu keislaman yang mengkaji hukum syariat yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan Tuhan (hablum minallah) dan  hubungan antar sesama manusia (hablum minannas). Kata “fiqih” sendiri secara bahasa berarti “paham”, seperti dikutip dalam hadits di atas, awal mulanya fiqih pengertian yang luas, yaitu pemahaman yang mendalam terhadap islam secara utuh. Definisi ini berlaku pada masa generasi sahabat dan tabi’in. Selanjutnya pada masa muta’akhirin (abad IV-XII H), fiqih mengalami penyempitan makna, menjadi “pengetahuan hukum syara’ yang bersifat alamiyah bersumber dari dalil-dalil yang spesifik”.

Senin, 06 September 2010

Supplicating Allah by means of an intermediary (Tawassul) Source: Sunni Islamic Website Blog

Supplicating Allah by means of an intermediary, whether it be a living person, dead person, a good deed, or a name or Attribute of Allah Most High. The scholar, YUSUF RIFA'I, says: I here want to convey the position, attested to by compelling legal evidence, of the orthodox majority of Sunni Muslims on the subject of supplicating Allah through an intermediary (tawassul), and so I say (and Allah alone gives success) that since there is no disagreement among scholars that supplicating Allah through an intermediary is in principle legally valid, the discussion of its details merely concerns derived rulings that involve interschool differences, unrelated to questions of belief or unbelief, monotheism or associating partners with Allah (shirk); the sphere of the question being limited to permissibility or impermissibility, and its ruling being that it is either lawful or unlawful. There is no difference among groups of Muslims in their consensus on the permissibility of three types of supplicating Allah through an intermediary (tawassul):

Pasal Tentang Zakat Fitrah (Sumber: NU Online)

Zakat fitrah adalah zakat yang diwajibkan kepada setiap muslin sebagai santunan kepada orang-orang miskin, tanda berakhirnya bulan Ramadhan sebagai pembersih dari hal-hal yang mengotori puasa.

Kewajiban membayar zakat fitrah bersamaan dengan disyariatkan puasa Ramadhan, yaitu pada tahun kedua Hijriغah. Kewajiban membayar zakat fitrah dibebankan kepada setiap muslim dan muslimah, baligh atau belum, kaya atau tidak, dengan ketentuan bahwa ia masih hidup pada malam hari raya dan memiliki kelebihan dari kebutuhan pokoknya untuk sehari.

Berbagai jenis cara bersuci

Islam adalah agama yang sangat memperhatikan kesucian pemeluknya, terutama ketika akan melakukan ibadah. Berbagai jenis cara bersuci inilah di antaranya yang semakin meyakinkan bahwa islam adalah satu-satunya agama yang lurus, karena nyaris agama-agama lain tidak mengajarkannya sebagaimana yang secara detil diajarkan Islam.

Idul Fitri, Halal Bihalal, Dan Toleransi (Sumber: PesantrenVirtual.com)

Idul Fitri memiliki arti kembali kepada kesucian, atau kembali ke asal kejadian. Idul Fitri diambil dari bahasa Arab, yaitu fithrah, berarti suci. Kelahiran seorang manusia, dalam kaca Islam, tidak dibebani dosa apapun. Kelahiran seorang anak, masih dalam pandangan Islam, diibaratkan secarik kertas putih. Kelak, orang tuanya lah yang akan mengarahkan kertas putih itu membentuk dirinya. Dan dalam kenyataannya, perjalanan hidup manusia senantiasa tidak bisa luput dari dosa. Karena itu, perlu upaya mengembalikan kembali pada kondisi sebagaimana asalnya. Itulah makna Idul Fitri.

Minggu, 05 September 2010

Idul Fitri dan Semangat Kebersamaan (Sumber: PesantrenVirtual.com)

Pada hari yang mulia ini, kita sama-sama tengah menyelenggarakan suatu perayaan besar ummat Islam di seluruh dunia, yaitu perayaan idul fitri atau yang biasa kita kenal dengan hari raya lebaran. Satu bulan penuh kita digembleng oleh Allah swt dalam suatu training ruhani yang disebut puasa, maka kita berdoa kepada Allah swt, semoga puasa yang telah kita jalankan beberapa hari yang lalu, dapat mengantarkan kita sebagai pemenang dan hamba-hamba pilihan dengan predikat al-muttaqun atau orang-orang yang bertaqwa. Sebagaimana yang disinggung dalam firman Allah swt.

TADARUS RAMADHAN (Dimuat di Harian Jogja)

Oleh: Hary Kustanto
Penggerak Jam’iyyatul Qurro’ wal Huffadz  Al-Mizan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

“Seandainya kalian mengetahui apa yang terkandung dalam bulan Ramadhan, pasti kalian akan berharap setahun penuh adalah bulan ramadhan”. Demikian Rasulullah menjelaskan kandungan Ramadhan.

Ramadhan, seperti yang dijelaskan oleh Rosulullah adalah bulan yang penuh keistimewaan. Termasuk diturunkannya al-Qur’an adalah pada bulan Ramadhan. Untuk itu, salah satu ibadah favorit mayoritas muslim saat Ramadhan adalah tadarus al-Qur’an.

Ironisnya, yang menjadi kebiasaan mayoritas umat islam sekarang, meski dalam bulan Ramadhan mereka bisa mengkhatamkan al-Qur’an lebih dari satu kali, tetapi saat keluar Ramadhan mereka meninggalkan al-Qur’an begitu saja. Jangankan untuk membacanya, dimana al-Qur’annya ditaruh pun mereka lupa.

Untuk itu, agar pesan yang terkandung dalam ibadah itu (tadarus al-Qur’an) sampai kepada kita, perlulah kiranya kita memahami makna tadarus al-Qur’an sebelum akhirnya kita tergugah untuk tadarus Ramadhan.

Selasa, 31 Agustus 2010

Zakat Bukti Syukur


Orang yang mengeluarkan zakat merasa bahwa apa yang ia berikan kepada orang fakir dan orang yang layak menerimanya bukanlah karena kemurahannya, akan tetapi ia adalah hak yang telah ditetapkan oleh Allah untuk si fakir melalui dirinya. Dan tidak menutup kemungkinan suatu saat posisinya bertukar dengan si fakir tersebut; dia berhak menerima shadaqah dan orang fakir itu yang mengeluarkan shadaqah.

Peran Strategis Zakat

Zakat adalah ibadah maaliyah ijtima'iyah yang memiliki posisi yang sangat penting, strategis dan menentukan (Yusuf Qordhowi, Al Ibadah, 1993) baik dari sisi ajaran Islam maupun dari sisi pembangunan ummat. Sebagai suatu ibadah pokok zakat termasuk salah satu rukun Islam yang lima, seperti diungkapkan hadits nabi (Mus'id As-Sa'dani Al Arba'in An-Nawawiyyah, 1994) sehingga keberadaannya dianggap makhan min ad-dien bi adl-dlarurah (ketahui secara otomatis adanya dan merupakan bagian mutlak dari keislaman) (Ali Yafie, Fiqh Sosial, 1994). Di dalam Al Qu'ran terdapat kurang lebih 27 ayat yang mensejajarkan shalat dengan kewajiban zakat, dan hanya satu kali disebutkan dalam konteks yang sama akan tetapi dalam ayat berbeda, yaitu surat Al-Mukminun ayat 2 dengan ayat 4 (Yusuf Qardhawi, Fiqh Zakat, 1973).

Sabtu, 07 Agustus 2010

KHOTBAH NABI S.A.W. MENYAMBUT RAMADHAN

"Sungguh telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh keberkatan. Allah telah mewajibkan kepadamu puasa-Nya. Didalam bulan Ramadhan dibuka segala pintu syurga dan dikunci segala pintu neraka dan dibelenggu seluruh syaithan. Padanya ada suatu malam yang terlebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa tidak diberikan kepadanya kebaikan malam itu, maka sesungguhnya dia telah dijauhkan dari kebajikan."
 
"Telah datang kepadamu bulan Ramadhan penghulu segala bulan, maka "Selamat datanglah" kepadanya."
 

Jumat, 30 Juli 2010

Puasa dan Kejujuran

Di era materialisme dewasa ini, kejujuran telah banyak dicampakkan dari tata pergaulan sosial-ekonomi-politik dan disingkirkan dari bingkai kehidupan manusia. Fenomena ketidak jujuran benar-benar telah menjadi realitas sosial yang menggelisahkan. Drama ketidakjujuran saat ini telah berlangsung sedemikian transparan dan telah menjadi semacam rahasia umum yang merasuk ke berbagai wilayah kehidupan manusia. Sosok manusia jujur telah menjadi makhluk langka di bumi ini. Kita lebih mudah mencari orang-orang pintar daripada orang-orang jujur. Keserakahan dan ketamakan kepada materi kebendaan, mengakibatkan manusia semakin jauh dari nilai-nilai kejujuran dan terhempas dalam kubangan materialisme dan hedonisme yang cendrung menghalalkan segala cara.

Cara-cara membersihkan hati; Obat Hati

Manusia sering kali melakukan sesuatu atas dasar hawa nafsunya yang mengakibatkan perbuatan tersebut berdampak negative ditengah-tengah masyarakat. Untuk menghindari penyesalan diakhir perbuatan yang akan dilakukan, maka seyogyanya bertanyalah pada hati kecil, baik dan buruknya perbuatan tersebut. Oleh karena itu setiap manusia dituntut untuk memahami hatinya atau bahasa lain adalah "Qolbu".
Pengertian "Qolbu" :
Menurut Syekh Abu al-Hasan Ali bin Muhammad bin Ali al-Husaini al-Jurjaniy didalam kitabnya "at-Ta'rifat" : Qolbu adalah sifat lembutnya Ketuhanan yang terdapat dalam jiwa manusia.

Artikel Terbaru

Republika Online